AkuTemaniMasuk
Kembali
Gratis, tanpa daftar

Ukuran corong yang pas, dan cara memerah yang tidak bikin lecet

Kebanyakan pompa dijual dengan corong ukuran 24 mm, dan banyak ibu memakainya bertahun-tahun tanpa tahu itu bukan ukurannya. Akibatnya lecet, dan hasil perah yang tidak pernah sebanyak seharusnya.

Mengukur sendiri di rumah

  1. 1

    Rangsang dulu putingnya

    Pilin pelan dengan ibu jari dan telunjuk sampai menonjol. Mengukur puting yang belum menonjol menghasilkan angka yang lebih kecil dari sebenarnya.

  2. 2

    Ukur bagian yang paling lebar

    Biasanya di pangkalnya. Pakai penggaris atau meteran jahit, dan baca dalam milimeter.

  3. 3

    Areola jangan ikut diukur

    Yang dihitung hanya putingnya. Lingkaran gelap di sekelilingnya tidak masuk hitungan — ini kekeliruan yang paling sering terjadi.

  4. 4

    Ukur dua-duanya

    Kiri dan kanan sering tidak sama ukurannya, dan itu normal. Kalau bedanya jauh, corongnya boleh beda ukuran.

Angkanya jadi berapa?

diameter puting + 24 mm

Puting 18 mm biasanya paling nyaman di corong 20–21 mm. Ini titik awal, bukan angka mati — ukuran corong naik per 3–4 mm, jadi kadang perlu dicoba satu tingkat di atas atau di bawahnya.

Tandanya kelihatan waktu dipakai

Sudah pas

  • Puting bergerak bebas di dalam corong, tidak menempel ke dindingnya
  • Tidak nyeri selama memerah
  • ASI keluar lancar
  • Puting tidak bengkak setelah selesai
  • Tidak ada lecet, memar, atau luka

Kekecilan

  • Puting terasa nyeri atau perih
  • Puting tidak bergerak, seperti terjepit di dalam corong
  • Lecet, retak, atau melepuh
  • Hasil perah sedikit
  • Puting keunguan, atau ada lingkaran pucat di pangkalnya

Kebesaran

  • Areola ikut tertarik masuk ke dalam corong
  • Terasa ditarik-tarik atau nyeri
  • Ada celah antara payudara dan corong
  • Hasil perah sedikit walau isapannya sudah dinaikkan
  • Lingkaran kemerahan atau perih di sekitar areola
  • Puting dan areola bengkak setelah memerah

Ukuran puting bisa berubah selama masa menyusui. Kalau tiba-tiba terasa nyeri padahal sebelumnya nyaman, ukur lagi — bukan langsung menaikkan kekuatan isapan.

Tips dari Mom Syasya

Ibu dua anak, pemakai AkuTemani sehari-hari

Siapkan semuanya malam sebelumnya

Corong, botol, tutup, kantong ASIP — tata di satu tempat sebelum tidur. Pagi hari waktu Ibu cuma punya sepuluh menit, mencari tutup botol yang hilang itu yang bikin sesi pumping batal.

Kompres hangat dan pijat dulu, dua menit saja

Handuk hangat di payudara, lalu pijat memutar dari pangkal ke arah puting. Dua menit ini sering menghasilkan lebih banyak daripada menambah sepuluh menit di ujung sesi.

Jangan pandangi botolnya

Menghitung sendiri ml yang keluar membuat badan tegang, dan yang tegang keluarnya makin sedikit. Tutup botolnya dengan kain, atau balikkan badan. Lihat hasilnya nanti setelah selesai.

Pandangi si kecil, bukan jam

Foto, video, atau baju yang masih ada baunya. Ini bukan sugesti kosong — otak yang mengenali bayinya memang memicu keluarnya ASI lebih cepat.

Kiri dan kanan boleh beda ukuran corong

Banyak ibu yang ukurannya tidak sama, dan memaksa pakai sepasang yang sama membuat satu sisi selalu lecet. Ukur dua-duanya, beli terpisah kalau perlu.

Sediakan air minum dalam jangkauan

Sekali duduk memerah, Ibu tidak akan mau berdiri lagi. Segelas besar di sebelah kursi, sebelum mulai.

Cuci alatnya langsung, jangan direndam

ASI mengering di sela karet corong dalam hitungan jam dan setelah itu susah sekali dibersihkan. Bilas begitu selesai, walau mencucinya nanti.

Catat jamnya, bukan cuma jumlahnya

Setelah seminggu Ibu akan melihat sendiri jam mana yang hasilnya paling banyak. Biasanya subuh — dan itu jam yang paling sayang dilewatkan.

Angka ukuran corong dan tanda-tandanya di halaman ini mengikuti Cleveland Clinic — Finding Your Breast Pump Flange Size, ditinjau dr. Heidi Szugye, DO, IBCLC. Diperiksa 25 Agustus 2026. Halaman ini tidak menyebut merek dan tidak memuat tautan belanja — panduan ukuran yang ditempeli tombol beli berhenti jadi panduan. Kalau nyerinya tidak hilang setelah ukurannya dibetulkan, temui konselor laktasi atau dokter.

Catat hasil perah dan stok ASIP-nya sekalian

AkuTemani mengingat kapan tiap kantong kedaluwarsa, mana yang harus dipakai duluan, dan stoknya cukup sampai berapa hari. Gratis.

Buat akun gratis